Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar

  Dibaca : 296 kali
Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar
Kirab tumpeng ketupat coklat di wisata edukasi Kampung Coklat, bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim

“Semua pengunjung dapat makan secara gratis ketupat coklat yang kami sediakan. Ada sekitar 2.000 porsi”, tandas Kholid.

Kholid menambahkan, di wisata edukasi Kampung Coklat, tradisi tumpeng ketupat coklat ini sudah digelar untuk kelima kalinya. Menurut dia, yang membedakan tradisi kupatan di Kampung Coklat tahun ini, panitia juga menyediakan 10 kilogram coklat curah berbagai varian yang disebar-sebarkan kepada masyarakat.

“Selain ketupat coklat, kami juga membagikan sebanyak 10 kilo coklat curah berbagai varian kepada masyarakat yang menyaksikan kirap tumpeng, serta para pemgunjung Kampung Coklat”, tandasnya.

Untuk membuat 2.000 ketupat tersebut dibutuhkan 100 kilogram beras dan 20 kilogram bubuk coklat, dan dibutuhkan waktu semalam untuk memasak. Selain puluhan panitia proses memasaknya juga dibantu oleh enam Kepala Keluarga (KK) di sekitar Kampung Coklat.

“Proses memasaknya selain dilakukan panitia juga dibantu warga sekitar”, jelas pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional