iklan Penerimaan Mahasiswa baru universitas wisnuwardhana

Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar

  Dibaca : 143 kali
Tumpeng Ketupat Coklat, Warnai Tradisi Kupatan di Blitar
Kirab tumpeng ketupat coklat di wisata edukasi Kampung Coklat, bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim

Memontum Blitar – Kupatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan hari raya Idul Fitri secara turun temurun. Yaitu dengan membuat ketupat dan dimakan bersama anggota keluarga, tetangga dan para kerabat. Namun ada yang unik dari perayaan kupatan di Kabupaten Blitar.

Tepatnya di wisata edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, berbeda dengan ketupat biasa. Di Kampung Coklat, ketupat dimasak dengan menggunakan campuran coklat bubuk. Ketupat coklat itu kemudian disusun menjadi tumpeng dan diarak sejauh 20 kilometer, dengan iringan lantunan sholawat, Minggu (24/6/2018).

Setelah di kirab, kemudian tumpeng ketupat coklat tersebut didoakan dan dimakan bersama-sama oleh ratusan pengunjung yang telah memadati lokasi sejak pagi. Bahkan ratusan pengunjung terlihat berdesakan untuk mendapatkan ketupat coklat tersebut.

“Kirab tumpeng ketupat coklat bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus budaya umat Muslim. Inilah yang disebut dengan Islam Nusantara, Islam yang menyatu dengan budaya bangsa. Dan karena tempatnya di Kampung Coklat maka ketupatnya kita buat berbeda dengan menambahkan coklat bubuk”, ungkap Kholid Mustofa pengelola sekaligus pemilik wisata edukasi Kampung Coklat.

Panitia menyediakam sebanyak 2.000 porsi ketupat coklat untuk dimakan bersama-sama secara gratis. Ribuan pengunjung wisata edukasi Kampung Coklat nampak berdesakan dan berebut untuk menikmati ketupat coklat yang disajikan bersama sayur lodeh dan opor ayam tersebut.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional