pariwisata kabupaten jember

Jalur Pendakian Semeru Ditutup 2 Bulan, Demi Pelestarian Satwa Liar

  Dibaca : 7 kali
Jalur Pendakian Semeru Ditutup 2 Bulan, Demi Pelestarian Satwa Liar
Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie memberikan keterangan pers soal penutupan jalur pendakian ke Gunung Semeru. (man)

Memontum Kota Malang—Para pecinta alam yang ingin mendaki Gunung Semeru awal tahun depan harus menahan diri dulu sejenak. Mulai 1 Januari 2018 jalur pendakian ke Gunung Semeru ditutup total. Proses penutupannya bisa berlangsung selama dua-tiga bulan kedepan.

Keputusan menutup jalur pendakaian ke puncak gunung tertinggi di P Jawa ini dengan tujuan untuk pelestarian satwa liar jenis macan tutul, kijang, aneka jenis burung dan kupu kupu serta melestarikan aneka jenis tanaman rimba.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) John Kenedie menjelaskan, penutupan jalur pendakian ke Gunung Semeru didasari beberapa pertimbangan.

Antara lain karena intensistas frekfensi curah hujan yang tinggi di wikayah Bromo, Tengger dan Semeru. Berikutnya supaya terjadi pemulihan atau recovery ekosistem secara alamiah di kawasan Semeru.

Berikutnya pengelola TNBTS ingin melakukan perbaikan sarana dan prasarana wisata yang ada ditempat itu. “Hingga saat ini sudah ada 600 orang yang mendaftar secara on line ingin mendaki Gunung Semeru pada akhir tahun 2017,” tegasnya.

Setelah jalur pendakian ke Gunung Semeru ditutup. Pengelola TNBTS segera melakukan pengecekan jalur pendakian, penjagaan diempat pintu masuk pendakian. Melakukan kordinasi dengan Kepala Desa, Camat, Kepolisian dan Koramil serta pemangku adat setempat tujuannya supaya program recovery kawasan Gunung Semeru sukses.

Kegiatan lainnya berupa pembinaan potensi SAR TNBTS. Kata John Kenedie, hingga akhir November 2017 total wisatawan yang masuk ke TNBTS mencapai 573.948 jiwa.

Wisatawan asing jumlahnya mencapai 22.602 jiwa. Wisatawan nusantara jumlahnya mencapai 551.346 jiwa. “Total pendapatan sudah kita kumpulkan dari kunjungan wisatawan ke TNBTS mencapai Rp19.69 miliar. Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 16 miliar selama tahun 2017,” tambahnya.

Demi keamanan pengunjung TNBTS dimalam tahun baru dikerahkan 251 tenaga pengamanan. “Mereka akan bertugas dipos pendakian Ranupane, Tengger Lautan Pasir, Pintu Masuk Wonokitri dan pintu masuk Coban Trisula di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang,” urai dia.

Kepala Resort Ranu Pane, Agung Siswoyo menambahkan, jalur pendakian ke Gunung Bromo masih berbentuk hutan rimba. Sehingga butuh dipulihkan kondisinya. Kawasan hutan rimba di Gunung Semeru diyakini sebagai tempat berkembang biak macan Tutul dan harimau Jawa serta aneka satwa liar lainnya.

“Ketika ada pendaki masuk hutan rimba. Satwa liar tidak bisa bebas bergerak. Rumput tidak bisa berkembang biak dengan bebas. Akhirnya kijang makan seadanya. Harimau Tutul juga tidak bebas berburu mangsanya. Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru sangat bagus untuk kelangsungan hidup mereka,” sebut Agung.

Ditambahkan, awal musim kemarau tahun depan. Pengelola TNBTS akan melakukan pengamatan terhadap keberadaan Haraimau Jawa. Diduga populasinya disekitar Ranu Tompe atau Ranu Lus.

“Sebenarnya kita sudah memasang kamera di kawasan Ranupane, di Senduro dan beberapa titik lain untuk memantau keberadaan Harimau Jawa. Tapi belum mendapatkan hasil. Beberapa kamera diambil warga. Semoga pengamatan tahun depan bisa sukses,” pungkasnya. (man/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
iklan cukai pemkab sidoarjo

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional