pariwisata kabupaten jember

Bupati Tulungagung Buka Gebyar Mancing Bareng

  Dibaca : 4 kali
Bupati Tulungagung Buka Gebyar Mancing Bareng
Bupati Syahri Mulyo (memegang keranjang ikan) saat membuka acara Mancing Bareng di Desa Gondosuli

*Syahri: Jangan Gunakan Racun atau Setrum untuk Tangkap Ikan

 

Memontum Tulungagung—. Bupati Tulungagung Syahri Mulyo menghimbau kepada seluruh warga Tulungagung agar tidak menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak, racun maupun dengan cara disetrum. Pasalnya tindakan mencari ikan dengan ketiga alat itu bisa membuat benih ikan jadi ikut mati hingga dikhawatirkan terjadi kelangkaan terhadap spesies ikan tertentu.

 


“Untuk masyarakat Tulungagung jangan menggunakan racun atau dengan cara disetrum dalam mencari ikan,” kata Syahri Mulyo Jumat, (24-11-2018)  selepas acara Gebyar mancing bareng di Desa Gondosuli, Gondang.

 

Dalam acara yang mengambil tema Jaga dan Cintai Perikanan kita dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan,  dan diikuti oleh ribuan orang itu, Syahri juga mengatakan agar dinas terkait segera memasang papan larangan penangkapan ikan dengan cara disetrum maupun menggunakan racun.

 

“Dinas terkait harus segera memasang papan larangan mencari ikan dengan cara disetrum maupun diracun,” tutur pria asal Ngantru itu.

 

Meski demikian Syahri mengakui masih belum mempunyai Perda yang mengatur tentang masalah itu. Kedepannya Pemkab Tulungagung akan mengeluarkan Perbup tentang larangan pencarian ikan dengan menggunakan racun dan disetrum.

 

“Kita akan keluarkan Perbub larangan pencarian ikan dengan menggunakan racun dan disetrum,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan melalui Sekretarisnya, Sigit Setiawan mengatakan jika selama ini yang sering tertangkap tangan menggunakan racun dan setrum, merupakan warga luar Kabupaten Tulungagung. Biasanya mereka melakukan pencarian ikan di wilayah perbatasan dekat Trenggalek dan Blitar.
“Untuk masyarakat Tulungagung sudah sadar, biasanya yang melakukan itu malah dari luar kota,” ujar Sigit.

 


Masih menurut Sigit, untuk tindakan yang timbul, masih berdasarkan Peraturan Desa yang melarang kegiatan ilegal itu. Sayang, hingga saat ini masih beberapa desa saja yang menerapkan perdes itu.

 

“Beberapa desa sudah menerapkan perdes larangan penggunaan racun dan setrum dalam mencari ikan,” tutur pria yang pernah menjabat sekretaris di Dinas Perdagangan itu.
Sanksi yang diberikan kepada pelaku yang kedapatan menggunakan racun dan setrum berbeda di tiap desa. “Ada yang berupa material, maupun harus mengganti benih ikannya,” tandas Sigit. (zul/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
iklan cukai pemkab sidoarjo

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional